Kabar Hoax Tentang Kapolri Positif Covid-19

Ali.halodunia.net, Jakarta. Kabar yang berhembus soal Kapolri Jenderal Idham Azis yang terpapar virus Corona (COVID-19) itu semua adalah hoax.

 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan dengan tegas bahwa isu tersebut tidak benar.

 

“Itu Hoax!,” tegas Irjen Pol Raden Argo melalui rilis singkat nya, Selasa (1/12/20).

 

Raden Argo juga menegaskan bahwa saat ini Kapolri sedang berolahraga bersama.

 

“Ini saya sama beliau ( Kapolri) sedang main bulutangkis,” jelas Raden Argo.

 

Ditambahkan oleh Raden Argo,bahwa Kapolri sedang bertanding badminton di Hall bersama Pejabat utama lainnya.

 

“Pak Kapolri dalam keadaan sehat wal afiat, fit, to tidak positif covid-19 dan kami sedang bermain badminton,”ujar Raden Argo.

 

Seperti yang di jelaskan Kadiv Humas Polri ini, kemudian mengirim sebuah swafoto, yang mana nampak Jenderal Idham memegang ponsel dan menghadapkan kamera ke arah wajahnya bersama Raden Argo.

 

“Untuk di ketahui bahwa Olahraga diperlukan di masa pandemi ini agar kondisi tubuh tetap sehat dan Bugar,”pungkas Kadiv Humas Polri . ( hms).

Kapolda Kalteng Resmikan Rumah Dinas Satbrimob Secara Langsung

Bertepatan dengan bertambahnya usia Korps Brimob Polri yang ke-75 pada hari ini (14/11), Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M secara langsung resmikan rumah dinas di Mako Satbrimob Polda Kalteng Jl. Tjilik Riwut KM.32 Kota Palangka Raya. Sabtu (14/11/2020) pagi.

Dalam pelaksanaan peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Wakapolda Kalteng, Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Bambang Widjanarko Baiin, S.I.K., M.Si, Karolog, Irwasda, Kasrem 102/Panju Panjung, Kepala BNN, Ketua DPRD Prov Kalteng, Kepala BNNP Kalteng, Kabinda Prov Kalteng, Kepala Kejaksaan Tinggi Kaglteng dan Kepala Pengadilan Tinggi Kalteng Beserta Para Pejabat Utama Polda Kalteng.

Rumah dinas yang dibangun di Mako Satbrimob didirikan sebanyak 12 unit yaitu, tipe 38 6 unit (12 pintu), tipe 54 1 unit, tipe 130 1 unit, tipe 70 2 unit, tipe 90 2 unit. Untuk rumah dinas tipe 90 dan 70 sendiri didirikan di Mako Kompi 3 Batalyon A Pelopor Kabupaten Barito Timur (Ampah).

Baca Saja: Kapolda Kalteng Resmikan Rudin Setelah 3 Bulan Proses Pembangunan

Proses pembangunan rumah dinas dilaksanakan selama tiga bulan dengan menggungakan anggaran Dipa Polda yang dikelola langsung oleh Logistik Polda Kalteng dan berkordinasi dengan Logistik Satbrimob Polda Kalteng.

Kapolda Kalteng melalui Dansatbrimob mengatakan, dengan bertambahnya usia Korps Brimob Polri banyak pencapaian yang telah berhasil diraih, salah satunya ialah pembangunan rumah dinas ini yang selesai dalam kurun waktu tiga bulan.

“Setelah selesai dibangun dan diresmikan secara langsung oleh Kapolda, saya berharap agar rumah dinas segera ditempati, dan mengingat bahwa pembangunan rumah dinas ini juga menggunakan Dipa Polda Kalteng yang juga merupakan uang rakyat saya berharap agar dijaga kebersihannya dan tentunya dirawat dengan baik,” tutur Bambang.

Baca Saja: Begini Kesiapan Polisi Surabaya dan Walikota Saat Tanggap Bencana

Kapolrestabes Surabaya dan Walikota Siap Siaga Akan Adanya Bencana

Bencana memang sebuah kalimat yang mengandung sebuah kejadian nyata yang tidak bisa dihindari tapi bukan berarti hal tersebut tidak bisa di antisipasi, Surabaya Menjadi salah satu kota yang semua pemimpin diwilayah Kota Besar tersebut wajib memahami dan mempunyai strategi dalam penanggulangan sebuah bencana, sekecil apapun bencana tersebut wajib di tanggulangi.

 

Persiapan dalam penanggulangan bencana alam di Kota Surabaya sudah disiapkan. Hal itu dapat dilihat pada waktu apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang di adakan di halaman balai kota Surabaya.

Baca Saja: Begini Kesiapan Polisi Surabaya dan Walikota Saat Tanggap Bencana

 

Dalam apel tersebut, dihadiri oleh walikota beserta forkopimda dan Kapolrestabes Surabaya Kombes pol Isir. Tujuan diadakan apel tersebut untuk melihat seberapa jauh kemampuan para petugas dan masyarakat untuk menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu datang tanpa peringatan sebelumnya.

 

Saat apel usai, Kapolrestabes beserta walikota meninjau langsung lokasi yang menjadi titik rawan datangnya bencana seperti banjir, dan bencana lainnya. Selain itu, nantinya para petugas tanggap bencana inilah yang akan berperan penting sebagai ujung tombak dalam pemberitahuan, penyelamatan jika terdapat korban jiwa. Tidak lupa juga proses evakuasi wajib, itu merupakan proses yang sangat penting supaya tidak terjadi jatuhnya korban jiwa.

 

Surabaya memang kota dengan kawasan padat penduduk, tidak menutup kemungkinan bencana juga datang dari diri sendiri atau disebut juga “Human Error”. Semua juga bekerja sama dalam proses evakuasi jika terjadi bencana. Ratusan tim penyelamat pun sudah disiapkan.

 

Bencana datang tidak dapat diduga, maka dari itu semua masyarakat kota Surabaya diminta untuk tetap waspada, apalagi sudah memasuki pergantian musim tahun ini.

Baca Saja: Divisi Humas Polri Gelar Latihan Untuk Liputan Bencana Bagi Wartawan